IMG_0029MAGELANG – Universitas Tidar bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang akan menyelenggarakan acara Borobudur Cultural Language pada pertengahan Februari 2017 mendatang. Acara yang akan diikuti oleh puluhan mahasiswa Taylor University Malaysia ini akan menyuguhkan beraneka ragam kekayaan budaya Jawa Tengah yang dikemas dalam sebuah paket perjalanan di Kota Semarang dan Magelang.

“Kuliner Gethuk, Tari Topeng Ireng, dan Borobudur merupakan kekayaan Magelang yang memiliki daya tarik tinggi di mata turis mancanegara. Maka itu, kami harap BCL perdana besok berjalan lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi mereka,” tutur Wati Istanti, S.Pd., M.Pd.

Wati yang juga merupakan Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (APPBIPA) Jawa Tengah menjelaskan skema kegiatan BCL kepada Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., Selasa (16/1) di ruang UPT Bahasa. Bersama Ketua APPBIPA Jateng, Yusro Edy Nugroho, S.S., M.Hum., serta Kepala UPT Bahasa UNTIDAR, Dr. Farikah, M.Pd. memaparkan detail kegiatan BCL yang direncanakan akan dilaksanakan 19 – 25 Februari 2017 baik di sekitaran Kota Semarang, UNNES, UNTIDAR, Desa Balesari, dan Candi Borobudur.

“Selain materi seputar Budaya Jawa dan Batu Borobudur para turis juga disuguhkan pertunjukan budaya tari Topeng Ireng, kuliner gethuk serta perjalanan ke Candi Borobudur,” jelas Wati. Selain itu, para turis juga akan diajak merasakan hidup sehari di pedesaan. “Rencananya kami akan membawa mereka ke Desa Balesari untuk menikmati sensasi hidup seperti orang desa misal mandi dengan gayung, bercocok tanam atau sekedar menikmati pesona alam yang masih asri,” tambahnya.

Rektor UNTIDAR pun memberikan respon positif terhadap acara ini. “UNTIDAR akan membantu semaksimal mungkin untuk kelancaran acara dan besar harapan akan berkelanjutan di kemudian hari,” pungkas Prof. Cahyo. (DN)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY